JUDI ONLINE: DAMPAK SOSIAL DALAM PERSPEKTIF MEDIA DAN PUBLIC SPHERE

Image by Aidan Howe from Pixabay

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ardiansyah Fathurrahman Nawawi dan Nina Yuliana mereka menyimpulkan bahwasanya dengan judi online dapat merubahan perilaku dan kebiasaan antara lain bolos kelas, banyak hutang dimana-mana, tidak dapat mengontrol emosi dan juga dampak bagi mahasiswa antaranya stress yang tinggi, menurunnya semangat mahasiswa untuk masuk dalam kelas, dan lainnya[1]. Selain itu Dika Saputra, Dkk dalam jurnalnya membagi kategori dampak daripada judi online, ada dampak material, social, keagamaan, prestasi belajar, dan psikis, Adapun dampak melalui material yang pertama rela tidak jajan di sekolah demi dapat main judi, yang kedua sering pinjam atau sering berhutang, yang ketiga sering minta uang kepada orang tua, yang keempat menjual barang-barang yang berharga, yang kelima meminta uang untuk mengerjakan tugas sekolah padahal tidak ada.

Adapun dampak bagi sosial antaranya : merasa tidak butuh orang lain, tidak memiliki sosial yang baik dengan tetangga, tidak memiliki rasa empati terhadap sesama, Dan ada juga dampak bagi Agama, contoh sering menunda pekerjaan yang disuruh orang tua, suka berbohong, sering meninggalkan salat demi main judi, atau keasikan main judi online meninggalkan salat, malas mengikuti kegiatan keagamaan. Serta juga ada  dampak bagi prestasi belajar, antara lain: jarang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, jarang masuk kelas, saat masuk kelas sering tidur, melawan guru, sering bolos, dan masih banyak lainnya. Dan yang terakhir dampak bagi psikis suka marah-marah, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, meluapkan emosi kepada orang di sekitar, tidak dapat menahan emosinya.[2]

Dari penelitian yang di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwasanya dampak dari judi online sangatlah berbahaya, terutama bagi generasi muda kita. Dan juga kita dapat menyimpulkan bahwasanya bahayanya judi online bukan hanya tingkatan material, akan tetapi berdampak kepada social, keagamaan, prestasi, bahkan yang lebih berbahayanya lagi kepada psikis. Yang lebih parahnya lagi orang yang main judi online mengharapkan kekayaan daripada judi online, Padahal kita tahu orang dulu pernah berkata kalau mau kaya ! berdagang. Tapi sekarang sudah terbalik, (mau kaya ? berjudi !) itu merupakan kata-kata yang digunakan oleh oknum atau Bandar judi untuk meluangkan kesempatan mereka

Emang, sekarang merupakan dunia teknologi. Semuanya serba online, informasi semakin cepat, media bisa menjadi ruang untuk menyampaikan informasi, tempat diskusi, serta tempat edukasi, akan tetapi kita perlu ingat tidak semua orang di dunia ini mempunyai pemikiran untuk menjaga generasi muda dari studi online dan judi online juga bisa masuk dari berbagai cara di dunia social, makin cepat masuknya informasi, maka semakin cepat juga perkembangan judi online, sekarang tinggal diri kita sendiri yang memilah dan memilah yang mana yang lebih baik dan kita juga perlu menjaga orang-orang terdekat kita.

 Bayangkan satu orang menjaga 5 orang di dekatnya, jika 10 orang yang sama-sama menjaga 5 orang di sampingnya, udah berapa orang sudah terjaga dari judi, oleh karena itu, Jangan berpikir untuk mengubah dunia apabila orang di dekatmu belum bisa kau ubah daripada perilaku judi online, menjadi orang yang terhindar daripada kecanduan judi online, maka dari itu Mulailah dari hal yang kecil hingga kepada tingkat yang lebih besar mulai daripada keluarga kita, adik kita, orang tua kita, kerabat kita, maka dengan itu kita bisa mengubah dunia.

[1] Ardiansah Fathurohman Nawawi and Nina Yuliana, ‘Fenomena Judi Online Slot Terhadap Perubahan Perilaku Mahasiswa Fisip Unitrta Angkatan 2022’, Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha, 4.1 (2024), pp. 24–37.

[2] Dika Sahputra and others, ‘Dampak Judi Online Terhadap Kalangan Remaja ( Studi Kasus Tebing Tinggi )’, 6.2 (2022), pp. 139–56.

PENULIS : Firdausi Nuzula (Mahasiswa IAIN Lhokseumawe)

Komentar